, , ,

Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM Selenggarakan Kursus Biologi Molekuler dan Imunologi

Yogyakarta, 17 Juli 2026 — Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan rangkaian Kursus Biologi Molekuler dan Kursus Imunologi secara berurutan pada 13–17 Juli 2026. Kursus Biologi Molekuler berlangsung pada Senin hingga Rabu, 13–15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan Kursus Imunologi pada Kamis hingga Jumat, 16–17 Juli 2026. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi di bidang biologi molekuler dan imunologi yang memiliki keterkaitan erat dengan kajian penyakit tropis.

Kursus Biologi Molekuler yang berlangsung selama tiga hari memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep dasar dan penerapan biologi molekuler dalam bidang kedokteran tropis. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman konseptual, tetapi juga mempertemukan peserta dengan penerapan teknik laboratorium yang relevan dengan penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran tropis. Pelaksanaan kursus di lingkungan FK-KMK UGM sejalan dengan informasi resmi Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis yang menyebutkan bahwa kursus biologi molekuler dan imunologi tahun 2026 diselenggarakan pada 13–17 Juli 2026 dan peserta dapat memilih mengikuti Kursus Biologi Molekuler, Kursus Imunologi, atau keduanya.

Setelah rangkaian Biologi Molekuler berakhir pada Rabu, 15 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan pada Kamis, 16 Juli 2026 dengan Kursus Imunologi yang berlangsung hingga Jumat, 17 Juli 2026. Materi imunologi memberikan penguatan pada pemahaman mengenai sistem dan respons imun serta relevansinya terhadap penyakit tropis. Pembelajaran mengenai respons imun menjadi penting karena interaksi antara agen penyebab penyakit dan sistem pertahanan tubuh merupakan salah satu aspek fundamental dalam memahami patogenesis, diagnosis, pencegahan, dan pengendalian penyakit infeksi.

Urutan kedua kegiatan tersebut memiliki keterkaitan akademik yang kuat. Biologi molekuler memberikan landasan untuk memahami proses biologis pada tingkat molekul, sedangkan imunologi memperluas pemahaman mengenai bagaimana tubuh merespons berbagai agen infeksi maupun perubahan biologis yang berkaitan dengan penyakit. Keterkaitan tersebut menjadi semakin relevan dalam kedokteran tropis karena perkembangan teknologi molekuler dan imunologi berperan dalam penelitian penyakit, pengembangan metode diagnostik, serta pencarian pendekatan baru untuk pencegahan dan pengendalian penyakit tropis. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM sendiri memiliki konsentrasi Imunologi dan Biologi Molekuler Penyakit Tropis, selain konsentrasi Penyakit Infeksi Tropis dan Entomologi Kesehatan.

Keterhubungan kedua bidang tersebut juga tercermin dalam struktur akademik Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis. Pada konsentrasi Imunologi dan Biologi Molekuler Penyakit Tropis, mahasiswa mendapatkan mata kuliah Biokimia, Teknik-Teknik Imunologi Penyakit Tropis, dan Bioteknologi Kedokteran Penyakit Tropis. Program studi menempatkan penguasaan metode diagnostik, kemampuan memahami basis bukti pengobatan dan pengendalian penyakit, serta kemampuan menganalisis dan menyintesis hasil penelitian sebagai bagian dari kompetensi yang perlu dikembangkan mahasiswa.

Pelaksanaan kursus secara berurutan juga memberikan ruang bagi peserta untuk melihat hubungan antara pengetahuan dasar, teknik laboratorium, dan penerapannya dalam penelitian kesehatan. Biologi molekuler dan imunologi merupakan bidang yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam kemajuan ilmu kedokteran. Pada penyelenggaraan kursus sebelumnya, FK-KMK UGM juga menekankan kegiatan praktikum laboratorium sebagai bagian dari pembelajaran, dengan materi yang mencakup antara lain isolasi DNA dan RNA, PCR, qPCR, sekuensing, analisis mutasi genetik, Next Generation Sequencing (NGS), ELISA, dan flow cytometry.

Rangkaian kursus ini sekaligus memperkuat karakter pembelajaran Magister Ilmu Kedokteran Tropis yang menggabungkan perspektif dasar, klinis, epidemiologis, dan penelitian dalam memahami persoalan kesehatan tropis. Penguasaan biologi molekuler dan imunologi dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan penelitian yang mendukung diagnosis, pemahaman mekanisme penyakit, serta pengembangan intervensi kesehatan berbasis bukti. Hal tersebut sejalan dengan tujuan program studi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan kompetensi dalam bidang penyakit tropis dan infeksi serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.

Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengetahuan bagi peserta dengan latar belakang yang beragam. Penyelenggaraan kursus biologi molekuler dan imunologi oleh FK-KMK UGM telah berlangsung selama bertahun-tahun dan sebelumnya diikuti oleh akademisi, peneliti, serta tenaga kesehatan dari berbagai wilayah Indonesia. Format pembelajaran yang menggabungkan penyampaian materi dan kegiatan praktikum memberikan kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan pemahaman teoritis dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan penelitian maupun pengembangan kompetensi profesional.

Rangkaian Kursus Biologi Molekuler dan Imunologi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penguatan kompetensi melalui pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan dan praktik laboratorium mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. FK-KMK UGM sebelumnya juga telah mengaitkan penyelenggaraan kursus biologi molekuler dan imunologi dengan SDG 4, khususnya melalui penyediaan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi akademik dan profesional.

Selain SDG 4, kegiatan tersebut berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena peningkatan kapasitas dalam bidang biologi molekuler dan imunologi pada akhirnya mendukung penguatan ilmu pengetahuan untuk pencegahan, diagnosis, penelitian, dan pengendalian penyakit. Dalam konteks kedokteran tropis, penguasaan kedua bidang tersebut menjadi relevan untuk menghadapi berbagai penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, peningkatan kapasitas akademik dan penelitian tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta kursus, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan solusi berbasis bukti bagi persoalan kesehatan masyarakat.

Melalui pelaksanaan Kursus Biologi Molekuler pada 13–15 Juli 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan Kursus Imunologi pada 16–17 Juli 2026, Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM memperkuat pembelajaran yang menghubungkan ilmu dasar dengan kebutuhan pengembangan kedokteran tropis. Rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut menunjukkan keterkaitan yang berkesinambungan antara pemahaman proses biologis pada tingkat molekuler dan pemahaman mekanisme respons imun, dua bidang yang menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian dan kompetensi di bidang penyakit tropis.

Penulis: Fikri Wahiddinsyah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *