Mahasiswa FK-KMK UGM Perdalam Pengendalian Epidemiologi melalui Kunjungan ke BBLKL Salatiga
Salatiga, 4 Juni 2026 — Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis, Magister Ilmu Biomedis, dan Implementation Research – Tropical Diseases Research Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melaksanakan kunjungan lapangan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga, Kamis (4/6). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Lapangan Epidemiologi Control yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai pengendalian penyakit berbasis pendekatan epidemiologi dan kesehatan lingkungan. Kegiatan didampingi oleh Rizqiani Amalia Kusumasari, S.Si., M.Sc., selaku dosen pengampu mata kuliah, serta melibatkan sejumlah dosen dan tenaga ahli bidang entomologi kesehatan dari BBLKL Salatiga dan BRIN Salatiga.
Kunjungan ke BBLKL Salatiga memberikan pengalaman pembelajaran langsung mengenai peran laboratorium kesehatan lingkungan dalam mendukung pengendalian penyakit, khususnya penyakit yang berkaitan dengan vektor, reservoir, zoonosis, dan faktor risiko lingkungan. Secara kelembagaan, BBLKL Salatiga berada di bawah Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan. Berdasarkan ketentuan Kementerian Kesehatan, BBLKL memiliki tugas melaksanakan pengelolaan laboratorium kesehatan lingkungan dan menyelenggarakan fungsi pemeriksaan laboratorium, surveilans berbasis laboratorium, analisis masalah kesehatan masyarakat, penjaminan mutu, sistem rujukan, serta respons cepat dan kewaspadaan dini untuk penanggulangan kejadian luar biasa atau wabah pada bidang vektor, reservoir, zoonosis, dan kesehatan lingkungan.
Kehadiran mahasiswa di BBLKL Salatiga menjadi relevan dengan pembelajaran epidemiologi karena pengendalian penyakit tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai pola kejadian penyakit pada populasi, tetapi juga kemampuan mengenali faktor penyebab dan faktor risiko yang berperan dalam proses penularannya. Dalam konteks penyakit tular vektor, misalnya, keberadaan dan karakteristik vektor, reservoir, lingkungan, serta interaksi di antara berbagai komponen tersebut menjadi bagian penting yang perlu dipahami untuk merancang intervensi pengendalian yang tepat. BBLKL Salatiga sendiri memiliki mandat dalam pemeriksaan serta surveilans laboratorium terhadap vektor, reservoir, zoonosis, dan kesehatan lingkungan.
Aspek entomologi kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. BBLKL Salatiga memiliki kapasitas dalam bidang vektor dan reservoir penyakit, termasuk pemeriksaan dan kegiatan surveilans yang mendukung pengendalian penyakit. Fasilitas edukasi yang dikelola BBLKL, Wahana Wisata Ilmiah DUVER, juga memuat koleksi vektor dan reservoir penyakit, visualisasi alat dan bahan penelitian, pengendalian vektor dan reservoir, serta diorama survei entomologi dan reservoir. Hal tersebut menunjukkan keterkaitan antara kegiatan laboratorium, surveilans, penelitian, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam pengendalian penyakit.
Kegiatan pembelajaran juga mempertemukan mahasiswa dengan tenaga ahli di bidang entomologi kesehatan dari BBLKL Salatiga dan BRIN Salatiga. Interaksi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif dari praktisi dan peneliti yang berkecimpung dalam kajian vektor dan penyakit tular vektor. Salah satu contoh keterhubungan bidang tersebut dengan pendidikan Ilmu Kedokteran Tropis terlihat dari publikasi Penerbit BRIN mengenai dinamika penyakit tular vektor nyamuk di Indonesia yang melibatkan peneliti BRIN serta entomolog kesehatan dari BBLKL Salatiga.
Bagi mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis, pengalaman lapangan semacam ini memperkuat keterkaitan antara konsep yang dipelajari di ruang kelas dengan penerapannya dalam sistem kesehatan. Mahasiswa dapat memahami bahwa pengendalian penyakit tropis membutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan epidemiologi, entomologi, kesehatan lingkungan, biomedis, surveilans, serta penelitian. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa Magister Ilmu Biomedis dan Implementation Research – Tropical Diseases Research memperluas perspektif pembelajaran dengan mempertemukan pendekatan dasar, klinis, epidemiologis, dan implementasi dalam memahami persoalan penyakit tropis.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 atau Good Health and Well-Being. Penguatan kapasitas mahasiswa dalam memahami surveilans, pengendalian penyakit, serta faktor risiko lingkungan merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. UGM secara resmi menempatkan pendidikan, penelitian, pelatihan, dan kolaborasi dengan berbagai institusi kesehatan sebagai bagian dari kontribusinya terhadap pencapaian SDG 3.
Dari sisi pendidikan, kunjungan lapangan tersebut juga sejalan dengan SDG 4 tentang Quality Education. Pembelajaran melalui pengalaman langsung di institusi kesehatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan pengetahuan secara kontekstual sekaligus mengembangkan keterampilan analitis dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat. UGM menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam kurikulum dan pembelajaran, dengan menekankan pendidikan yang relevan dan bermakna bagi mahasiswa.
Selain SDG 3 dan SDG 4, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 17 tentang Partnerships for the Goals. Keterlibatan perguruan tinggi, BBLKL Salatiga, serta unsur peneliti dari BRIN menunjukkan pentingnya jejaring antarlembaga dalam mendukung pendidikan dan pengembangan kapasitas di bidang kesehatan. Kolaborasi semacam ini memungkinkan pengetahuan dan pengalaman dari institusi akademik, pemerintah, serta lembaga penelitian saling melengkapi. UGM sendiri menempatkan kemitraan dengan pemerintah, institusi kesehatan, lembaga penelitian, dan berbagai mitra lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kunjungan ke BBLKL Salatiga, mahasiswa FK-KMK UGM memperoleh pengalaman untuk melihat secara lebih dekat bagaimana pemeriksaan laboratorium, surveilans, entomologi kesehatan, dan analisis faktor risiko lingkungan dapat mendukung pengendalian penyakit. Pembelajaran tersebut memperkuat pemahaman bahwa pengendalian penyakit tropis membutuhkan kerja lintas disiplin dan lintas institusi, mulai dari pendidikan dan penelitian hingga laboratorium serta sistem surveilans kesehatan. Dengan demikian, kegiatan lapangan ini menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa agar mampu merespons persoalan kesehatan tropis secara berbasis bukti, multidisiplin, dan berorientasi pada pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Penulis: Fikri Wahiddinsyah












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!