, , , , ,

Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM Gelar Guest Lecture Bahas Epidemiologi dan Pengendalian Schistosomiasis serta Filariasis

Yogyakarta, 17 April 2026 — Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), bekerja sama dengan Program Pendidikan Khusus Riset Implementasi serta alumni Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM, sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “Epidemiology, Control & Management of NTD: Schistosomiasis & Filariasis” pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Ruang Kuliah Radiopoetro Gedung Lantai 1 FK-KMK UGM dan daring melalui Zoom Meeting, sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah.

Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. dr. Helena Ullyartha, M.Biomed., peneliti profesional di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber utama. Kegiatan juga didampingi oleh Prof. dr. E. Elsa Herdiana M., M.Kes., Ph.D. dan drh. Kharisma Dewi, MPH. dari Departemen Parasitologi FK-KMK UGM. Kehadiran akademisi, peneliti, mahasiswa, serta tenaga kesehatan dalam forum ini menunjukkan tingginya perhatian terhadap penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia.

Dalam pemaparannya, Dr. Helena Ullyartha menjelaskan bahwa schistosomiasis dan filariasis merupakan dua penyakit tropis terabaikan yang masih memerlukan perhatian serius. Schistosomiasis adalah penyakit parasitik yang disebabkan oleh cacing dari genus Schistosoma, dengan penularan melalui kontak dengan air tawar yang terkontaminasi larva parasit. Di Indonesia, schistosomiasis secara historis ditemukan secara terbatas di wilayah tertentu di Sulawesi Tengah. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan kronis pada hati, usus, maupun saluran kemih apabila tidak ditangani dengan baik.

Sementara itu, filariasis atau yang dikenal luas sebagai penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan pembengkakan kronis pada tungkai, lengan, maupun organ tubuh lainnya, sehingga berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Indonesia termasuk salah satu negara yang menjalankan program eliminasi filariasis melalui pemberian obat pencegahan massal di berbagai daerah endemis.

Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan epidemiologi dalam memahami pola penularan penyakit, identifikasi wilayah risiko tinggi, serta penyusunan strategi intervensi yang efektif. Pengendalian schistosomiasis dan filariasis tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga memerlukan perbaikan sanitasi lingkungan, pengendalian vektor, edukasi masyarakat, surveilans berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor. Pendekatan terpadu ini menjadi kunci untuk menurunkan angka kasus dan mencegah penularan berulang.

Penyelenggaraan guest lecture ini mencerminkan komitmen Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM dalam memperkuat pendidikan berbasis isu kesehatan global dan nasional. Selain menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga membuka peluang jejaring riset dan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, alumni, serta praktisi kesehatan.

Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya pengendalian penyakit tropis terabaikan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui akses pembelajaran ilmiah yang inklusif, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara universitas, lembaga riset nasional, dan jejaring alumni.

Melalui forum ilmiah ini, Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM berharap semakin banyak inovasi, penelitian, dan kebijakan kesehatan berbasis bukti yang dapat mendukung eliminasi penyakit tropis terabaikan di Indonesia. Kuliah tamu ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pendidikan, riset, dan kemitraan strategis sangat penting dalam menjawab tantangan kesehatan masa kini dan masa depan.

Penulis: Fikri Wahiddinsyah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *