Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM Gelar Workshop OBE dan Diskusi Penyesuaian Kurikulum
Yogyakarta, 18 Juni 2026 — Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan workshop internal bertajuk “Refresh OBE (Outcome Based Education) dan Diskusi Penyesuaian Kurikulum” pada Kamis (18/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi untuk melakukan penguatan kembali pemahaman mengenai pendidikan berbasis capaian pembelajaran sekaligus membahas penyesuaian kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, dan capaian lulusan yang diharapkan.
Workshop tersebut menghadirkan dr. Wasis Wangsastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D. sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh jajaran dosen dan unsur akademik Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis. Diskusi difokuskan pada pemahaman kembali prinsip-prinsip OBE serta implikasinya terhadap penyusunan dan pengembangan kurikulum program studi. Pembahasan tersebut penting karena pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai dasar dalam merancang proses pendidikan, sehingga keterkaitan antara tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, asesmen, dan kompetensi lulusan perlu dirancang secara selaras.
Penguatan kurikulum menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, terutama pada bidang ilmu yang berkembang dinamis seperti kedokteran tropis. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM saat ini memiliki tiga konsentrasi utama, yaitu Penyakit Infeksi Tropis, Imunologi dan Biologi Molekuler, serta Entomologi Kesehatan. Program studi tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami dan menganalisis berbagai persoalan kesehatan tropis melalui pendekatan multidisiplin dan berbasis riset.
Upaya penyesuaian kurikulum bukan merupakan hal baru bagi Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM. Pada 2024, program studi telah melakukan rapat internal untuk membahas pembaruan kurikulum, termasuk penyesuaian jumlah SKS pada mata kuliah konsentrasi, penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS), serta evaluasi kesesuaian pembelajaran dengan target capaian program studi. Sebelumnya, pada 2023, program studi juga membahas pembaruan kurikulum yang mencakup penyamaan jumlah SKS pada bidang konsentrasi, penggabungan sejumlah mata kuliah, serta penambahan mata kuliah Global Health. Rangkaian evaluasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan secara berkala untuk merespons kebutuhan pendidikan dan perkembangan bidang ilmu.
Pendekatan berbasis capaian juga telah menjadi bagian dari perkembangan pendidikan di lingkungan FK-KMK UGM. Fakultas secara aktif mengembangkan implementasi OBE dalam pendidikan kesehatan. Pada Februari 2026, misalnya, FK-KMK UGM menerima studi banding dari Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan untuk membahas pengelolaan kurikulum berbasis OBE. Pembahasan mencakup pengalaman implementasi OBE dan pengelolaan kurikulum dalam rangka mendukung proses pembelajaran yang lebih baik.
Penguatan pemahaman mengenai OBE juga menjadi perhatian FK-KMK UGM dalam pengembangan sistem asesmen pendidikan. Pada Juni 2026, FK-KMK UGM menyelenggarakan bedah buku mengenai Programmatic Assessment dalam kerangka OBE. Kegiatan tersebut membahas konsep, urgensi, dan implementasi asesmen berbasis OBE sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dan kesehatan. Hal ini memperlihatkan bahwa penyelarasan antara capaian pembelajaran dan sistem asesmen menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan pendidikan berbasis luaran.
Bagi Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis, penyesuaian kurikulum memiliki arti strategis karena lulusan dipersiapkan untuk menghadapi persoalan kesehatan tropis yang semakin kompleks, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Perkembangan penyakit infeksi, penyakit emerging dan re-emerging, resistensi antimikroba, perubahan lingkungan, serta perkembangan teknologi diagnostik dan biomedis menuntut kompetensi lulusan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Kurikulum program studi sendiri dirancang dengan pendekatan multidisiplin dan berbasis riset untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dalam mengkaji berbagai persoalan penyakit tropis.
Diskusi penyesuaian kurikulum dalam workshop tersebut juga dapat dipandang sebagai bagian dari mekanisme peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Kurikulum tidak hanya perlu memenuhi ketentuan akademik dan standar pendidikan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan keilmuan ke dalam kompetensi yang harus dimiliki lulusan. Dengan pendekatan OBE, proses tersebut menuntut adanya keterhubungan yang jelas antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, mata kuliah, strategi pembelajaran, serta metode asesmen.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pengembangan dan evaluasi kurikulum secara berkala merupakan bagian dari upaya memastikan proses pendidikan tetap relevan, bermutu, dan berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan lulusan. Dalam konteks Magister Ilmu Kedokteran Tropis, pendidikan berkualitas juga berarti menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menghadapi berbagai persoalan kesehatan di wilayah tropis.
Selain SDG 4, penguatan kurikulum juga memiliki keterkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kompetensi lulusan bidang kedokteran tropis pada akhirnya diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan penyakit serta peningkatan kesehatan masyarakat. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM secara khusus mempersiapkan lulusan untuk berkontribusi dalam pengendalian penyakit tropis melalui pendidikan, penelitian, serta pengembangan kemampuan analitis yang relevan dengan persoalan kesehatan di tingkat lokal hingga global.
Melalui workshop “Refresh OBE dan Diskusi Penyesuaian Kurikulum”, Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM memperkuat komitmennya terhadap pengembangan pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan kebutuhan masa depan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menyegarkan kembali pemahaman sivitas akademika mengenai OBE, tetapi juga menjadi forum untuk mengevaluasi dan mendiskusikan arah pengembangan kurikulum. Dengan proses evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, program studi diharapkan mampu mempertahankan relevansi pendidikan dan memastikan kompetensi lulusan tetap sesuai dengan tantangan ilmu kedokteran tropis serta kebutuhan kesehatan masyarakat.
Penulis: Fikri Wahiddinsyah












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!