Mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM Memperkuat Kompetensi Biologi Molekuler dan Imunologi melalui Praktikum Laboratorium
Yogyakarta, 13 Mei 2026 — Mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) konsentrasi Imunologi dan Biologi Molekuler Penyakit Tropis melaksanakan kegiatan praktikum laboratorium pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Biokimia, Gedung Radiopoetro FK-KMK UGM ini merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap prinsip-prinsip biologi molekuler dan imunologi yang menjadi dasar penting dalam kajian penyakit tropis. Praktikum dilaksanakan bersama dr. Arta Farmawati, Ph.D. selaku dosen pengampu mata kuliah. Keterlibatan dosen dalam kegiatan laboratorium memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pembelajaran secara langsung mengenai penerapan konsep biokimia dan teknik laboratorium dalam konteks kesehatan. dr. Arta Farmawati, Ph.D. merupakan dosen Departemen Biokimia FK-KMK UGM dan saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Biokimia. Bidang penelitian yang ditekuni meliputi biokimia gizi dan biokimia olahraga.
Kegiatan praktikum menjadi bagian penting dalam pendidikan Magister Ilmu Kedokteran Tropis, khususnya bagi mahasiswa yang memilih konsentrasi Imunologi dan Biologi Molekuler Penyakit Tropis. Program studi tersebut secara khusus mempersiapkan mahasiswa untuk memahami berbagai aspek penyakit tropis melalui pendekatan biomedis dan berbasis penelitian. Kompetensi yang dikembangkan mencakup pemahaman mengenai penyebab dan patogenesis penyakit, pengendalian penyakit, pemilihan metode pengujian yang tepat, penerapan prinsip epidemiologi, serta kemampuan menganalisis dan mensintesis hasil penelitian untuk mendukung pengambilan keputusan.
Dalam kurikulum Magister Ilmu Kedokteran Tropis, Biokimia merupakan salah satu mata kuliah wajib pada konsentrasi Imunologi dan Biologi Molekuler Penyakit Tropis dengan bobot tiga SKS. Mata kuliah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang juga mencakup Teknik-Teknik Imunologi Penyakit Tropis dan Bioteknologi Kedokteran Penyakit Tropis. Susunan pembelajaran tersebut menunjukkan keterkaitan antara pemahaman dasar biokimia, mekanisme imunologi, dan penerapan teknologi biomedis dalam mempelajari penyakit tropis.
Pembelajaran melalui praktikum memberikan pengalaman yang berbeda dengan pembelajaran yang hanya berlangsung secara teoritis di ruang kelas. Melalui kegiatan laboratorium, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan untuk menerapkan prosedur ilmiah secara sistematis, memahami prinsip kerja berbagai metode pemeriksaan, melakukan pengamatan terhadap hasil pemeriksaan, serta mengevaluasi kemungkinan permasalahan yang dapat muncul selama proses eksperimen. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan penelitian yang diperlukan bagi mahasiswa jenjang magister.
Biologi molekuler dan imunologi memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu kedokteran tropis. Pemahaman terhadap mekanisme molekuler suatu penyakit dapat membantu menjelaskan proses terjadinya penyakit pada tingkat sel dan molekul, sementara pemahaman mengenai respons imun memberikan dasar untuk memahami interaksi antara tubuh manusia dan agen penyebab penyakit. Kedua pendekatan tersebut juga berperan dalam pengembangan metode diagnosis, penelitian kandidat terapi, pengembangan vaksin, serta pengendalian penyakit infeksi.
Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM menempatkan pendekatan berbasis riset sebagai salah satu bagian penting dalam proses pendidikan. Program studi ini memiliki tiga konsentrasi, yaitu Penyakit Infeksi Tropis, Imunologi dan Biologi Molekuler Penyakit Tropis, serta Entomologi Kesehatan. Ketiga konsentrasi tersebut dikembangkan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai persoalan kesehatan di wilayah tropis.
Penguatan keterampilan laboratorium juga menjadi semakin relevan dengan perkembangan teknologi kesehatan. Dalam pembelajaran biologi molekuler yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai teknik seperti isolasi DNA dan RNA, elektroforesis, polymerase chain reaction (PCR), quantitative PCR (qPCR), dan sekuensing. Sementara itu, pada bidang imunologi, mahasiswa mempelajari berbagai teknik pemeriksaan seperti enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), flow cytometry, immunohistochemistry, dan immunofluorescence. Penguasaan teknik tersebut menjadi bekal penting untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu di bidang penyakit tropis.
Praktikum ini juga memperkuat hubungan antara pendidikan, penelitian, dan kebutuhan kesehatan masyarakat. Penyakit tropis sering kali memiliki karakteristik yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, lingkungan, sosial, serta sistem kesehatan. Oleh karena itu, upaya memahami penyakit tersebut membutuhkan tenaga akademik dan profesional yang tidak hanya mampu memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan penelitian secara tepat dan menghasilkan bukti ilmiah yang dapat digunakan untuk menjawab permasalahan kesehatan.
Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan pembelajaran ini memiliki keterkaitan yang erat dengan SDG 3, yaitu Good Health and Well-Being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera. SDG 3 mencakup target untuk mengakhiri epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria, dan penyakit tropis terabaikan serta memerangi hepatitis, penyakit yang ditularkan melalui air, dan penyakit menular lainnya. Pengembangan kapasitas ilmiah dan keterampilan laboratorium dalam bidang biologi molekuler dan imunologi dapat menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam penelitian, diagnosis, pencegahan, dan pengendalian penyakit menular.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 4, yaitu Quality Education atau Pendidikan Bermutu. Agenda SDGs menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas serta pengembangan keterampilan yang relevan. Target 4.3 secara khusus mendorong akses yang setara terhadap pendidikan tinggi, sedangkan target 4.4 menekankan peningkatan keterampilan yang relevan untuk dunia kerja. Pembelajaran berbasis praktikum menjadi salah satu bentuk pendidikan yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan teknis yang dapat diterapkan dalam kegiatan penelitian dan bidang profesional.
Selain itu, kegiatan praktikum memiliki keterkaitan dengan target 4.7 yang mendorong pendidikan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan kedokteran tropis, penguasaan ilmu biologi molekuler dan imunologi dapat diarahkan untuk menjawab tantangan kesehatan yang berkembang, termasuk penyakit infeksi, penyakit tropis, dan kebutuhan pengembangan metode diagnostik serta intervensi kesehatan berbasis bukti.
Melalui praktikum di laboratorium, kami terus mendorong mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan penelitian secara seimbang. Pengalaman melakukan kegiatan laboratorium secara langsung diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami proses biologis pada tingkat molekuler dan imunologis, sekaligus membangun ketelitian, kemampuan analisis, serta sikap ilmiah yang diperlukan dalam penelitian kesehatan.
Kegiatan pembelajaran tersebut menjadi bagian dari komitmen Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM untuk menghadirkan pendidikan pascasarjana yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan kesehatan masyarakat. Dengan mengintegrasikan pembelajaran teoritis, praktikum, dan pendekatan berbasis penelitian, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi lulusan yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pelayanan, maupun kebijakan kesehatan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan penyakit tropis dan infeksi di tingkat lokal, nasional, dan global.
Penulis: Fikri Wahiddinsyah












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!