, , ,

Mahasiswa Magister IKT UGM Perkuat Kompetensi Melalui Praktikum Langsung Helmintologi di Lab Riset Terpadu

Sleman – Di jantung kompleks Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah aktivitas akademik yang krusial bagi masa depan penanggulangan penyakit tropis di Indonesia tengah berlangsung dengan serius. Pada Selasa, 25 November 2025 lalu, Laboratorium Riset Terpadu FK-KMK UGM menjadi saksi para mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis (IKT) yang dengan penuh konsentrasi terlibat dalam sesi praktikum Helmintologi. Kegiatan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kurikulum ini secara langsung dibimbing dan diawasi oleh Rizqiani Amalia Kusamasari, S.Si., M.Sc., selaku dosen pengampu mata kuliah yang mumpuni di bidang parasitologi. Praktikum ini tidak sekadar rutinitas laboratorium, melainkan sebuah tahap penting dalam mentransformasikan teori kompleks dari ruang kuliah menjadi kompetensi praktis yang siap dihadapkan pada realitas kesehatan masyarakat tropis.

Praktikum Helmintologi dirancang sebagai fondasi bagi para calon ahli kedokteran tropis untuk secara langsung berinteraksi dengan agen penyakit yang masih menjadi momok di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Helmint, atau cacing parasit, merupakan penyebab utama dari sejumlah Penyakit Tropis Terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) seperti kecacingan usus (soil-transmitted helminthiasis), schistosomiasis, dan filariasis. Di bawah bimbingan Ibu Rizqiani, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan statis terhadap preparat. Mereka diajak untuk menelusuri setiap detail morfologi cacing mulai dari struktur mulut, susunan organ reproduksi, hingga bentuk telur yang menjadi kunci identifikasi spesies. Proses identifikasi yang tepat ini adalah langkah pertama yang sangat kritis dalam rantai penanganan penyakit, karena menentukan strategi terapi, pencegahan, dan kontrol yang efektif.

Lebih dari sekadar mengenali bentuk, praktikum ini menekankan pada pemahaman patogenesis dan implikasi klinis. Misalnya, mahasiswa membedakan karakteristik telur yang dapat menyebabkan autoinfeksi, atau mengidentifikasi ciri khas cacing. Diskusi interaktif yang dibangun selama sesi praktikum menghubungkan temuan di bawah mikroskop dengan gambaran gejala pada pasien, tantangan diagnosis di lapangan dengan keterbatasan fasilitas, serta dinamika epidemiologi penyakit di daerah endemis. Pendekatan pembelajaran integratif seperti ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mampu bekerja di laboratorium berteknologi tinggi, tetapi juga memiliki kepekaan dan pemikiran strategis untuk mengatasi masalah kesehatan tropis dalam konteks lokal Indonesia yang beragam.

Komitmen Program Studi Magister IKT FK-KMK UGM dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas tinggi melalui praktikum langsung seperti ini memiliki resonansi yang kuat dan selaras dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kontribusi tersebut termanifestasi dalam beberapa target spesifik:

  1. Mengakhiri Epidemi Penyakit Tropis Terabaikan. Praktikum Helmintologi secara langsung membangun kapasitas sumber daya manusia yang akan menjadi ujung tombak dalam memerangi NTDs. Dengan menghasilkan ahli yang terampil dalam diagnosis dan penelitian helmint, program studi ini turut serta dalam upaya global untuk mengurangi insidensi dan prevalensi penyakit-penyakit parasitik yang banyak menyerang populasi rentan dan marginal.
  2. Mendukung Penelitian dan Pengembangan Vaksin serta Obat-obatan. Kompetensi dalam identifikasi dan pemahaman biologi parasit merupakan landasan fundamental bagi penelitian lebih lanjut. Pengetahuan yang diperoleh di laboratorium ini dapat menjadi batu pertama untuk riset pengembangan diagnostik yang lebih cepat dan murah, evaluasi efektivitas obat, atau studi penularan, yang semuanya penting dalam pengendalian penyakit.
  3. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kurikulum yang menggabungkan aspek teknis laboratorium dengan kesadaran akan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari penyakit tropis merupakan bentuk pendidikan yang berkelanjutan. Mahasiswa diajak untuk melihat pekerjaan mikroskopis mereka sebagai bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesetaraan kesehatan.

Dengan demikian, setiap preparat yang diamati dan setiap diskusi yang terjadi dalam praktikum Helmintologi di Laboratorium Riset Terpadu FK-KMK UGM tersebut adalah investasi strategis. Investasi ini tidak hanya untuk masa depan akademik para mahasiswa, tetapi juga untuk terwujudnya Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera, serta kontribusi nyata bagi pencapaian cita-cita global SDGs. 

Penulis: Fikri Wahiddinsyah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *