Sukses Mengedukasi Publik! Guest Lecture UGM Kupas Tuntas Vaksin HIV dan Berantas Stigma Seputar AIDS
Yogyakarta – Menjawab tantangan informasi dan stigma yang masih mengelilingi HIV/AIDS, Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis (IKT) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Online Guest Lecture bertajuk “Apa Kabar Vaksin HIV? Yuk bahas serba-serbi mitos dan fakta seputar HIV/AIDS.” Acara yang digelar pada Senin, 15 Desember 2025 pukul 13.00 WIB via Zoom Meeting Conference ini dihadiri secara antusias oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, tenaga kesehatan, peneliti, dan masyarakat umum, membuktikan tingginya kebutuhan akan diskusi ilmiah dan edukasi yang akurat mengenai topik ini.
Kuliah tamu yang dipandu dengan apik oleh drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc., Ph.D., dosen Magister IKT FKKMK UGM, menghadirkan pembicara utama dr. GM Silvia Utomo, MSc, SpMK, FISQua, seorang alumni program yang kini menjadi pakar di bidangnya. Dengan kejelasan presentasi dan kedalaman materi, dr. Silvia berhasil memetakan lanskap penelitian vaksin HIV secara komprehensif. Beliau memaparkan mengapa pengembangan vaksin HIV merupakan tantangan ilmiah yang unik dan kompleks, di antaranya karena kemampuan virus yang sangat cepat bermutasi dan memiliki mekanisme untuk menyembunyikan diri dari sistem imun. Peserta diajak memahami berbagai platform teknologi mutakhir yang sedang diteliti, mulai dari vaksin berbasis mRNA—yang mewarisi kesuksesan teknologi pandemi COVID-19—hingga pendekatan vektor viral dan protein subunit. Paparan ini memberikan harapan yang realistis sekaligus mendudukkan ekspektasi publik tentang timeline penemuan vaksin yang efektif.
Sesi yang paling interaktif terjadi ketika membongkar mitos dan fakta seputar HIV/AIDS. Dr. Silvia dengan lugas dan berbasis bukti ilmiah meluruskan berbagai kesalahpahaman yang masih beredar, seperti mitos penularan melalui gigitan nyamuk, berbagi alat makan, atau kontak sosial biasa. Penekanan kuat diberikan pada fakta bahwa Orang Dengan HIV (ODHIV) yang telah menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV) secara rutin dan memiliki viral load yang tidak terdeteksi (Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan atau U=U) tidak dapat menularkan virus melalui hubungan seksual. Peserta juga diedukasi mengenai pentingnya tes HIV sedini mungkin, efektivitas PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) dan PEP (Post-Exposure Prophylaxis) sebagai pencegahan, serta perlunya dukungan psikososial untuk menghilangkan stigma yang menjadi hambatan terbesar dalam penanggulangan AIDS. Sesi tanya jawab yang dipandu moderator berjalan dinamis, mencerminkan tingginya keterlibatan dan keingintahuan peserta untuk memahami isu ini secara benar. Kelancaran acara dari awal hingga akhir dijaga dengan baik oleh Tazkiah Unida, M.Sc., alumni Magister IKT UGM, selaku Master of Ceremony.
Pelaksanaan Guest Lecture ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi merupakan aksi nyata yang berkontribusi pada beberapa pilar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Acara ini secara langsung menunjang Target 3.3 untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030. Dengan meluruskan mitos dan mempromosikan fakta tentang pencegahan, pengobatan ARV, dan prinsip U=U, kegiatan ini membangun pemahaman masyarakat yang merupakan fondasi dari program penanggulangan HIV yang efektif. Pembahasan riset vaksin juga sejalan dengan Target 3.b (dukungan untuk R&D vaksin).
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penyediaan akses ilmu yang akurat dan gratis ini adalah bentuk nyata Target 4.4 dan 4.7, yakni meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan serta pemajuan hak asasi manusia, termasuk hak kesehatan.
- SDG 10: Mengurangi Kesenjangan. Edukasi untuk memerangi stigma dan diskriminasi merupakan langkah fundamental untuk mencapai Target 10.2, yaitu mempromosikan inklusi sosial, ekonomi, dan politik bagi semua orang, termasuk ODHIV yang sering dikucilkan.
- SDG 17: Kemitraan. Keikutsertaan alumni sebagai pembicara dan MC mencerminkan kemitraan yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dengan lulusannya (Target 17.17), menciptakan siklus berbagi ilmu yang terus-menerus untuk kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, Guest Lecture ini telah mencapai tujuannya sebagai wahana edukasi publik yang kredibel. Setiap peserta yang hadir tidak hanya pulang dengan sertifikat, tetapi terlebih dengan pemahaman yang terang dan perspektif yang lebih humanis mengenai HIV/AIDS. Ini adalah kontribusi konkret Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM dalam upaya kolektif menciptakan masyarakat yang lebih sehat, berpengetahuan, dan bebas stigma.nstitusi yang turut memimpin upaya kolektif menuju akhir dari epidemi AIDS, selaras dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Fikri Wahiddinsyah











Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!