, , , , , ,

Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM Selenggarakan Guest Lecture Bahas Mekanisme Asma Pasca-Infeksi yang Diikuti Peserta dari Dalam dan Luar Negeri

Yogyakarta – Dalam upaya kontinu untuk memperluas wawasan dan mendorong diskusi ilmiah terkini di bidang kesehatan tropis, Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis (IKT) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah sukses menyelenggarakan Guest Lecture internasional yang menghadirkan perspektif global. Acara yang mengangkat tema “The Mechanism of Infection-Induced Asthma” pada Jumat, 12 Desember 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam membangun jembatan ilmu pengetahuan lintas negara. Dibuka untuk umum secara gratis melalui platform Zoom Meeting Conference, acara ini berhasil menyedot perhatian luas, dengan jumlah peserta mencapai 90 orang yang berasal dari beragam latar belakang seperti mahasiswa sarjana dan pascasarjana, akademisi, peneliti, dokter umum, dokter spesialis paru, tenaga terapi pernapasan, serta praktisi kesehatan masyarakat dari berbagai kota di Indonesia dan beberapa negara lain. Keberhasilan ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai interaksi antara penyakit infeksi tropis dan kondisi pernapasan kronis.

Kuliah tamu yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini menghadirkan narasumber utama yang sangat kompeten, Wun-Hao Cheng, Ph.D., Assistant Professor dari School of Respiratory Therapy, College of Medicine, Taipei Medical University, Taiwan. Dengan kedalaman ilmu dan pengalaman penelitiannya, Prof. Cheng menyajikan analisis mendetail tentang jalur patogenetik yang menghubungkan infeksi saluran pernapasan dengan perkembangan dan eksaserbasi asma. Paparannya tidak hanya terbatas pada mekanisme umum, tetapi menjabarkan secara spesifik peran berbagai patogen seperti virus (Rhinovirus, Respiratory Syncytial Virus/RSV, Influenza), bakteri (Mycoplasma pneumoniaeChlamydia pneumoniae), dan bahkan parasit tertentu, dalam memodulasi lingkungan imunologis paru. Dia menjelaskan bagaimana infeksi ini dapat mengganggu integritas epitel saluran napas, mengaktifkan reseptor pengenalan pola (seperti TLRs), dan memicu kaskade sitokin yang mengarah pada respons imun Th2 yang dominan, eosinofilia, serta remodeling saluran napas—faktor kunci dalam patogenesis asma. Presentasi yang kaya data ini memberikan gambaran jelas mengapa episode infeksi, terutama pada anak-anak, dapat menjadi titik awal untuk berkembangnya asma di kemudian hari.

Acara yang berjalan interaktif ini dimoderatori dengan sangat apik oleh drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc., Ph.D., salah satu dosen Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM yang juga memiliki ketertarikan penelitian dalam bidang imunologi dan penyakit infeksi. Kemampuan moderasinya berhasil memandu sesi tanya jawab yang hidup dan substantif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implikasi klinis dari temuan tersebut, termasuk strategi pencegahan infeksi pada populasi rentan asma, interpretasi biomarker inflamasi pasca-infeksi, serta potensi terapi imunomodulator yang dapat mencegah progresi dari bronkiolitis akut menjadi asma kronis. Keterlibatan Ayuningtyas, mahasiswi Magister IKT UGM, sebagai Master of Ceremony turut menyemarakkan acara dengan alur yang tertata rapi. Kehadiran 90 peserta yang penuh perhatian hingga akhir acara, serta tingginya interaksi di kolom chat dan sesi Q&A, menunjukkan bahwa topik ini sangat relevan dan memberikan nilai tambah yang besar bagi pengembangan kapasitas profesional mereka.

Penyelenggaraan Guest Lecture yang membahas aspek infeksi dan penyakit tidak menular ini memiliki dampak dan resonansi yang selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama dalam konteks kesehatan global pasca-pandemi:

  1. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Fokus acara ini secara langsung mendukung Target 3.4 yang berkomitmen mengurangi satu per tiga kematian dini akibat penyakit tidak menular (PTM) melalui pencegahan dan pengobatan. Dengan mengungkap mekanisme infeksi sebagai pemicu asma (sebuah PTM utama), diskusi ini menekankan pentingnya pendekatan pencegahan infeksi sebagai bagian integral dari pengendalian asma. Lebih jauh, hal ini juga berkontribusi pada Target 3.b yang mendukung penelitian dan pengembangan vaksin serta obat-obatan untuk penyakit menular dan tidak menuar, mengakui hubungan keduanya.
  2. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Acara ini adalah perwujudan konkret dari Target 4.3 (memastikan akses yang setara ke pendidikan teknik, kejuruan, dan perguruan tinggi yang terjangkau dan berkualitas) dan Target 4.4 (meningkatkan keterampilan yang relevan untuk pekerjaan yang layak). Dengan menyediakan akses gratis kepada pengetahuan dari pakar internasional, UGM telah memberikan pendidikan berkelanjutan (lifelong learning) yang sangat berharga bagi ratusan tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat kapasitas riset dan klinis mereka.
  3. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Kolaborasi antara FK-KMK UGM dan Taipei Medical University dalam acara ini merupakan contoh ideal dari Target 17.6 (meningkatkan kerjasama Utara-Selatan dan Selatan-Selatan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi) dan Target 17.16 (meningkatkan kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan). Kemitraan akademik lintas batas seperti ini memperkaya perspektif, memacu inovasi, dan mempercepat alih pengetahuan untuk mengatasi tantangan kesehatan yang kompleks dan saling terkait secara global.
  4. SDG 10: Mengurangi Kesenjangan (Reduced Inequalities). Dengan menyelenggarakan acara secara virtual dan gratis, UGM telah mengurangi hambatan geografis dan ekonomi untuk mengakses ilmu mutakhir (Target 10.2). Peserta dari daerah terpencil atau institusi dengan sumber daya terbatas pun dapat memperoleh pengetahuan yang sama dengan rekan-rekan mereka di pusat kota, sehingga membantu meratakan kesenjangan kapasitas dalam sistem kesehatan.

Dengan partisipasi 90 individu yang penuh semangat, Guest Lecture ini telah melampaui fungsi awalnya sebagai penyampai ilmu. Ia telah bertransformasi menjadi sebuah simpul jejaring ilmiah yang hidup, tempat ide-ide segar bertukar, kolaborasi potensial dirintis, dan pemahaman kolektif tentang salah satu masalah kesehatan pernapasan yang kompleks semakin diperdalam. Ini adalah kontribusi nyata Prodi Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM dalam membentuk masa depan kesehatan global yang lebih integratif dan berkelanjutan.

Penulis: Fikri Wahiddinsyah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *