, , , ,

Magister Ilmu Kedokteran Tropis Raih Predikat Unggul dalam Akreditasi LAM-PTKes: Komitmen Nyata Mendukung Pendidikan di Bidang Kesehatan Global

Sleman, 28 Juli 2025. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih predikat Unggul dalam proses akreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Kegiatan akreditasi ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 6 hingga 8 Juli 2025, dan menjadi momen penting dalam perjalanan pengembangan mutu pendidikan pascasarjana di bidang kesehatan tropis di Indonesia. Akreditasi dilakukan oleh dua asesor nasional yang memiliki keahlian dan pengalaman luas dalam bidang ilmu kedokteran, yaitu Prof. Dr. dr. Ahmad Yudianto, Sp.F.M.Subsp.SBM(K), SH, M.Kes dan Prof. Dr. dr. Mardiastuti H. Wahid, M.Sc., Sp.M.K, Subsp.Mik(K).

Dalam pelaksanaan asesmen lapangan tersebut, para asesor melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi berdasarkan sembilan kriteria yang ditetapkan oleh LAM-PTKes. Kesembilan kriteria tersebut meliputi: (1) Visi, misi, tujuan, dan strategi; (2) Tata pamong, tata kelola, dan kerja sama; (3) Mahasiswa; (4) Sumber daya manusia; (5) Keuangan, sarana, dan prasarana; (6) Pendidikan; (7) Penelitian; (8) Pengabdian kepada masyarakat; dan (9) Luaran dan capaian tridharma perguruan tinggi. Dalam setiap sesi penilaian, program studi menunjukkan bukti komitmen yang kuat dalam menjamin mutu pendidikan yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan kesehatan global, khususnya di wilayah tropis.

Seluruh proses asesmen berlangsung secara interaktif dan transparan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari internal dan eksternal program studi. Pimpinan dekanat FK-KMK UGM bersama jajarannya turut hadir secara langsung, menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan mutu program. Tak kalah penting, alumni Magister Ilmu Kedokteran Tropis juga memberikan testimoni terkait relevansi kurikulum dan manfaat keilmuan yang mereka peroleh selama menempuh studi. Mereka menyampaikan bagaimana pembelajaran yang didapatkan telah memberi bekal yang kuat untuk terjun di dunia kerja, baik di sektor pemerintah, lembaga internasional, maupun organisasi non-pemerintah yang bergerak dalam isu-isu kesehatan tropis dan pengendalian penyakit menular.

dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D., selaku Ketua Program Studi, menyatakan rasa syukur atas capaian ini dan menegaskan bahwa predikat Unggul adalah hasil kerja kolektif seluruh unsur dalam program studi. “Kami bersyukur atas hasil yang diraih. Predikat unggul ini bukan hanya pencapaian administratif, tetapi juga bukti komitmen kami dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan kesehatan tropis di tingkat nasional dan global. Ini adalah bentuk akuntabilitas kami kepada masyarakat dan negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, program studi menunjukkan daya inovasi melalui pengembangan kurikulum yang terus disesuaikan dengan tantangan zaman. Di bawah kepemimpinan Prof. dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati, M.Kes., Ph.D. selaku ketua tim kurikulum, program studi menerapkan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan pemahaman tentang dinamika penyakit tropis dengan teknologi dan prinsip-prinsip kesehatan global. Kurikulum mengusung konsep One Health serta membekali mahasiswa dengan keterampilan dalam analisis data spasial, epidemiologi modern, dan pemodelan penularan penyakit. Hal ini membuat lulusan Magister Ilmu Kedokteran Tropis memiliki daya saing dan kapasitas yang tinggi untuk menjadi agen perubahan di bidang kesehatan.

Dalam refleksi akhir asesmen, salah satu asesor, Prof. dr. Mardiastuti H. Wahid, menyampaikan apresiasi atas integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan program studi secara konsisten. Hal ini menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan di Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM sejalan dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mendukung Goal 3 (Good Health and Well-being), Goal 4 (Quality Education), dan Goal 17 (Partnerships for the Goals). Keberhasilan ini tidak dapat dipisahkan dari sistem evaluasi dan peningkatan mutu internal yang telah berjalan secara konsisten. drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc., Ph.D., yang memimpin tim monitoring dan evaluasi (monev), menjelaskan bahwa program studi mengembangkan sistem monev yang berbasis data, melibatkan umpan balik dari mahasiswa, dosen, serta mitra eksternal, dan secara berkala melakukan tindak lanjut atas berbagai rekomendasi yang masuk. “Kami percaya bahwa sistem yang adaptif dan transparan akan menjaga keberlanjutan mutu akademik. Monev bukan hanya rutinitas, tapi menjadi budaya dalam menjalankan pendidikan,” tegasnya.

Capaian akreditasi ini menjadi penegasan bahwa Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM tidak hanya menjadi institusi akademik yang unggul secara nasional, tetapi juga memiliki peran penting dalam konstelasi global, terutama dalam penyelesaian masalah kesehatan tropis yang masih menjadi tantangan di berbagai negara berkembang. Dengan terus berinovasi dalam pendidikan dan berkontribusi dalam penelitian-penelitian terapan, program studi ini memperkuat posisinya sebagai motor penggerak dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, serta sebagai pusat rujukan akademik di bidang kedokteran tropis di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Penulis: Fikri Wahiddinsyah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *